
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan pada Agustus 2026. Berdasarkan pemantauan BNPB menggunakan satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8), tercatat 1.487 titik panas (hotspot) di Pulau Kalimantan. Sebaran tertinggi berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan 74 titik, Kalimantan Timur 74 titik, dan Kalimantan Utara tiga titik. (detiknews)
Kondisi tersebut juga terlihat dari data Kementerian Kehutanan. Pada 19 Agustus 2026, sistem pemantauan karhutla mencatat 518 hotspot berkepercayaan tinggi hanya di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Angka itu meningkat tajam dibandingkan 109 titik pada 18 Agustus. Pemerintah menilai perkembangan hotspot yang dinamis, kabut asap, serta berkurangnya jarak pandang perlu segera ditangani secara terpadu. (Kehutanan)
Dampak karhutla mulai dirasakan masyarakat, termasuk munculnya kabut asap di sejumlah daerah. Bahkan, asap dari kebakaran di Kalimantan turut berdampak ke wilayah Malaysia. Di Sarawak, sebanyak 108 sekolah ditutup sementara setelah kualitas udara di beberapa wilayah masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak karhutla dapat meluas melewati batas wilayah dan negara ketika asap terbawa angin. (detiknews)
Pemerintah kini memperkuat operasi pengendalian karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Operasi tersebut melibatkan Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta berbagai unsur lainnya. Sedikitnya 12.880 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung penanganan kebakaran dan melindungi masyarakat dari dampaknya. (Liputan6.com)
Di sisi lain, kebakaran juga terjadi di kawasan Pasar Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (20/8) malam. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 50 bangunan atau ruko, dengan kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp70 miliar. Penyebab kebakaran masih dalam penanganan pihak berwenang. (Antara Kepri)
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi pemerintah dan memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya mencegah pembakaran lahan yang dapat memicu meluasnya karhutla, terutama dalam kondisi cuaca kering. Penanganan cepat diperlukan untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan, lingkungan, transportasi, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Thanks for reading Karhutla Kepung Kalimantan, 1.487 Hotspot Terdeteksi dan Asap Mulai Berdampak ke Negara Tetangga. Please share...!
0 Komentar untuk "Karhutla Kepung Kalimantan, 1.487 Hotspot Terdeteksi dan Asap Mulai Berdampak ke Negara Tetangga"