-->

Pondok Pesantren Indonesia

Blog Pondok Pesantren Seluruh Indonesia

Tren Wisata Bulan Kemerdekaan: Event Budaya, Desa Wisata, dan Sport Tourism Jadi Magnet Agustus 2026

Tren Wisata Bulan Kemerdekaan: Event Budaya, Desa Wisata, dan Sport Tourism Jadi Magnet Agustus 2026

Tren Wisata Bulan Kemerdekaan: Event Budaya, Desa Wisata, dan Sport Tourism Jadi Magnet Agustus 2026

August 2026 menandai puncak musim liburan di Indonesia, di mana pencarian wisata meningkat drastis mengingat perayaan kemerdekaan. Data terbaru Kemenpar menegaskan bahwa sektor pariwisata tumbuh positif dengan tingkat resiliensi tinggi, memicu ketertarikan wisatawan domestik dan mancanegara terhadap destinasi budaya dan alam. Peningkatan ini tercermin dari lonjakan kunjungan ke kota-kota besar dan daerah wisata strategis yang dirancang untuk memanfaatkan momentum nasional.

Berbagai event budaya Indonesia dil731tenggarakan di bulan ini, mulai dari festival seni tradisional di Yogyakarta hingga pertunjukan musik modern di Bandung. Program-program ini disokong oleh kebijakan pemerintah yang mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta, sehingga menghasilkan pertunjukan yang beragam dan inklusif. Kegiatan budaya ini tidak hanya menambah daya tarik, tetapi juga memperkuat identitas lokal dan meningkatkan pendapatan komunitas.

Desa wisata dan sport tourism menjadi magnet tambahan bagi para pelancong. Desa-desa di Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur menonjolkan pengalaman autentik, menampilkan rumah adat, kerajinan tangan, dan kuliner khas. Di sisi lain, olahraga seperti maraton, sepeda gunung, dan voli pantai diadakan secara paralel, mengundang peserta internasional untuk merasakan tantangan fisik sekaligus menikmati keindahan alam. Kombinasi ini memperluas portofolio wisata Indonesia, menjadikan August 2026 sebagai kuartal unggulan bagi industri pariwisata.

Ardhito Pramono Gugat Sony Music soal Royalti, Ada Apa dengan Lagu-Lagunya?

Ardhito Pramono Gugat Sony Music soal Royalti, Ada Apa dengan Lagu-Lagunya?

Ardhito Pramono Gugat Sony Music soal Royalti, Ada Apa dengan Lagu-Lagunya?

JAKARTA — Musisi sekaligus aktor Ardhito Pramono membawa persoalan pengelolaan karya musiknya ke jalur hukum. Ardhito menggugat PT Sony Music Entertainment Indonesia ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait dugaan wanprestasi dalam pengelolaan lagu dan royalti. Pihak PN Jakarta Pusat membenarkan bahwa gugatan perdata tersebut telah resmi terdaftar.

Gugatan ini berkaitan dengan hak ekonomi atas karya musik Ardhito yang menurut pihak penggugat belum dikelola sebagaimana mestinya. Persoalan royalti memang menjadi hal penting bagi musisi karena berkaitan langsung dengan hak pencipta dan pemilik karya atas penggunaan lagu secara komersial. Ardhito sebelumnya juga pernah menyampaikan persoalan mengenai pengelolaan hak atas lagu-lagunya.

Dalam perkara tersebut, Ardhito disebut mengajukan tuntutan ganti rugi yang nilainya mencapai sekitar Rp5,7 miliar. Namun, angka tersebut merupakan nilai yang diklaim dalam gugatan dan belum berarti Sony Music dinyatakan bersalah atau wajib membayar jumlah tersebut. Keputusan mengenai perkara ini nantinya berada di tangan pengadilan setelah seluruh proses persidangan berjalan.

Perselisihan ini kembali menunjukkan bahwa persoalan royalti bukan perkara kecil dalam industri musik. Ketika sebuah lagu digunakan, diputar, atau menghasilkan pendapatan, terdapat hak ekonomi yang harus dikelola sesuai dengan perjanjian dan ketentuan yang berlaku. Bagi musisi, kejelasan mengenai siapa yang mengelola karya dan bagaimana pendapatan dibagikan menjadi bagian penting dari hubungan dengan label maupun pihak pengelola musik.

Untuk saat ini, perkara Ardhito Pramono dan Sony Music masih berada dalam proses hukum. Karena belum ada putusan pengadilan, publik sebaiknya tidak langsung menyimpulkan siapa yang benar atau salah. Yang jelas, sengketa ini menjadi perhatian karena menyangkut artis, karya musik, royalti, dan hubungan antara musisi dengan label—empat hal yang membuat dunia entertainment kali ini terasa sedikit lebih serius dari sekadar urusan lagu baru.

AirPods Tak Lagi Sekadar Earphone? Apple Siapkan “Mata” untuk Siri

AirPods Tak Lagi Sekadar Earphone? Apple Siapkan “Mata” untuk Siri

AirPods Tak Lagi Sekadar Earphone? Apple Siapkan “Mata” untuk Siri

Apple dikabarkan sedang mengembangkan generasi AirPods yang dilengkapi kamera kecil untuk mendukung fitur kecerdasan buatan (AI). Kamera tersebut disebut bukan untuk mengambil foto atau video seperti kamera iPhone, melainkan untuk menangkap informasi visual dari lingkungan pengguna dan mengirimkannya ke Siri agar dapat memberikan respons yang lebih kontekstual. (MacRumors)

Teknologi tersebut disebut akan bekerja bersama fitur Visual Intelligence. Misalnya, pengguna dapat melihat sebuah benda lalu meminta Siri menjelaskan apa yang sedang dilihat. Kamera pada AirPods juga dikabarkan dapat membantu memberikan informasi mengenai objek, lingkungan sekitar, hingga kemungkinan navigasi yang lebih kontekstual. Dengan begitu, AirPods nantinya bukan hanya menjadi perangkat untuk mendengarkan musik, tetapi juga bisa menjadi salah satu “mata” bagi asisten AI Apple. (MacRumors)

Namun, jangan buru-buru menyiapkan dompet. Apple belum mengumumkan secara resmi AirPods berkamera tersebut. Laporan terbaru dari The Verge menyebut sebuah video bocoran dari macOS Tahoe 26.7 Release Candidate tampaknya memperlihatkan perangkat yang diduga merupakan AirPods berkamera dan demonstrasi fitur Visual Intelligence. Meski begitu, keberadaan video tersebut belum berarti produk siap dijual dalam waktu dekat. (The Verge)

Salah satu tantangan terbesar tentu saja privasi. Kamera yang berada di dekat kepala pengguna bisa menimbulkan pertanyaan mengenai kapan kamera aktif dan apakah lingkungan sekitar ikut terekam. Laporan sebelumnya menyebut Apple berencana menggunakan lampu indikator untuk memberi tahu orang di sekitar ketika data visual sedang dikirim ke Siri. (MacRumors)

Jika benar diluncurkan, AirPods berkamera bisa menjadi langkah besar Apple memasuki persaingan perangkat wearable berbasis AI. Namun untuk saat ini, produk tersebut masih sebatas pengembangan dan rumor, dengan laporan terbaru mengarah pada kemungkinan peluncuran akhir 2027. Jadi, untuk sementara AirPods masih tetap menjadi earphone—hanya saja Apple tampaknya sedang menyiapkan masa depan ketika earphone juga punya kemampuan untuk “melihat”. (MacRumors)

Comeback Dramatis! Persib Tekuk Bali United 3-2 dan Juara Dewata Challenge Series

Comeback Dramatis! Persib Tekuk Bali United 3-2 dan Juara Dewata Challenge Series

Comeback Dramatis! Persib Tekuk Bali United 3-2 dan Juara Dewata Challenge Series

GIANYAR — Persib Bandung tampil sebagai juara Dewata Challenge Series 2026 setelah mengalahkan Bali United dengan skor 3-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (18/8/2026) malam. Kemenangan tersebut membuat Persib mengoleksi enam poin dari dua pertandingan sekaligus menempati posisi teratas turnamen pramusim tersebut. (ANTARA News Megapolitan)

Pertandingan berjalan ketat dan penuh perubahan momentum. Bali United sempat memberikan perlawanan sengit, tetapi Persib mampu menjaga tekanan hingga pertandingan berakhir. Dua gol di menit-menit akhir menjadi penentu kemenangan Maung Bandung dalam laga yang berlangsung dramatis tersebut. (Mina News)

Persib sebelumnya sudah mengawali turnamen dengan kemenangan telak 3-0 atas Sabah FC. Hasil tersebut membuat laga melawan Bali United menjadi penentu posisi akhir turnamen. Dengan dua kemenangan beruntun, Persib akhirnya berhak membawa pulang gelar Dewata Challenge Series 2026. (ANTARA News Megapolitan)

Meski meraih kemenangan, pelatih Persib Igor Tolić mengingatkan timnya agar tidak cepat puas. Gelar pramusim menjadi modal positif, tetapi Persib masih harus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi musim baru serta agenda mereka di level Asia. (MerahPutih)

Kemenangan atas Bali United menjadi sinyal positif bagi Persib sebelum memasuki musim kompetisi 2026/2027. Sementara bagi Bali United, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi setelah mereka sebelumnya juga kalah dari Sabah FC. Pertandingan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persaingan kedua tim tetap menarik untuk dinantikan ketika kompetisi resmi bergulir. (Achmadnurhidayat.id)

Prabowo, Jokowi, dan Gibran Masih Kompak, Tapi Siapa yang Akan Bertarung di 2029?

Prabowo, Jokowi, dan Gibran Masih Kompak, Tapi Siapa yang Akan Bertarung di 2029?

Prabowo, Jokowi, dan Gibran Masih Kompak, Tapi Siapa yang Akan Bertarung di 2029?

Hubungan politik Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan. Momen ketiganya tampil bersama dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah hubungan politik mereka menuju Pemilu 2029. Namun, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa kedekatan yang terlihat di depan publik belum cukup untuk memastikan peta politik tiga tahun mendatang. (suara.com)

Salah satu pertanyaan yang mulai muncul adalah apakah Gibran akan kembali menjadi pasangan Prabowo pada Pilpres 2029. Pengamat politik Selamat Ginting menilai Prabowo mulai melakukan kalkulasi politik untuk menghadapi kontestasi berikutnya. Artinya, meski hubungan Prabowo dan Gibran saat ini berjalan sebagai presiden dan wakil presiden, belum ada kepastian bahwa konfigurasi tersebut akan kembali digunakan pada pemilu berikutnya. (Cakaplah)

Di sisi lain, Jokowi juga masih memiliki pengaruh politik. Perhatiannya terhadap perkembangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi salah satu bagian dari dinamika tersebut. Jokowi sebelumnya menyebut PSI memiliki target besar pada Pemilu 2029, sementara pengamat menilai keberadaan PSI di parlemen dapat berpengaruh terhadap kekuatan politik Jokowi setelah 2024. (suara.com)

Meski begitu, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Prabowo, Jokowi, atau Gibran sudah menentukan pasangan maupun koalisi untuk 2029. Peta politik masih sangat mungkin berubah karena kepentingan partai, tingkat elektabilitas, dukungan publik, dan perkembangan pemerintahan dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, pernyataan pengamat mengenai kemungkinan Gibran tidak lagi menjadi pilihan Prabowo sebaiknya dipahami sebagai analisis politik, bukan keputusan resmi. (Cakaplah)

Untuk saat ini, ketiganya masih berada dalam satu lingkaran kekuasaan pemerintahan, tetapi Pilpres 2029 masih menyimpan banyak kemungkinan. Apakah Prabowo kembali maju, apakah Gibran kembali mendampinginya, atau justru muncul konfigurasi baru, semuanya masih akan sangat bergantung pada perkembangan politik nasional. Satu hal yang pasti, hubungan Prabowo, Jokowi, dan Gibran kemungkinan akan terus menjadi salah satu cerita menarik dalam perjalanan menuju 2029.

Konflik AS–Iran Memanas, Harga Minyak Tembus US$91: Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Konflik AS–Iran Memanas, Harga Minyak Tembus US$91: Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Konflik AS–Iran Memanas, Harga Minyak Tembus US$91: Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengguncang pasar energi dunia. Pada perdagangan terbaru, harga minyak mentah Brent bergerak di sekitar US$91 per barel, setelah ketidakpastian mengenai hubungan kedua negara dan situasi di Selat Hormuz kembali meningkat. Reuters melaporkan kekhawatiran pasar terutama berkaitan dengan potensi gangguan distribusi minyak melalui jalur strategis tersebut. (Reuters)

Selat Hormuz menjadi perhatian karena merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Ketika lalu lintas kapal di kawasan tersebut terganggu atau terancam, pasar langsung mengantisipasi kemungkinan berkurangnya pasokan dan mendorong harga minyak naik. Pada 18 Agustus 2026, Brent sempat berada di sekitar US$91,30 per barel, jauh di atas rata-rata harga Brent pada Juli yang berada di kisaran US$83,97 per barel. (Trading Economics ID)

Kenaikan harga minyak dunia juga menjadi perhatian bagi Indonesia karena negara ini masih membutuhkan impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Jika harga minyak global bertahan tinggi, biaya impor energi dapat meningkat dan memberikan tekanan terhadap neraca perdagangan maupun anggaran negara. Pemerintah sendiri telah menetapkan asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel, sehingga harga pasar yang jauh lebih tinggi perlu terus dipantau. (Opini Kemenkeu)

Dampaknya bagi masyarakat tidak selalu berarti harga BBM langsung naik. Pemerintah memiliki berbagai kebijakan untuk meredam gejolak harga energi, termasuk subsidi dan pengaturan harga tertentu. Namun, jika kenaikan minyak berlangsung lama, tekanan dapat merambat ke berbagai sektor, mulai dari biaya transportasi, logistik, produksi barang, hingga inflasi. Kementerian ESDM sebelumnya juga mencatat bahwa meredanya ketegangan geopolitik dan pulihnya pasokan global ikut membuat ICP Indonesia Juli 2026 turun menjadi US$81,68 per barel. (ESDM)

Karena itu, perkembangan konflik AS–Iran bukan hanya persoalan geopolitik yang terjadi jauh dari Indonesia. Pergerakan harga minyak dunia dapat memberikan efek berantai terhadap perekonomian nasional. Jika ketegangan kembali mereda dan jalur perdagangan energi normal, tekanan harga dapat berkurang. Sebaliknya, apabila gangguan pasokan semakin parah, Indonesia perlu semakin memperkuat ketahanan energi agar gejolak pasar global tidak terlalu besar dirasakan masyarakat. (Migas)

Putri Nusantara vs Yordania 19 Agustus 2026: Jadwal Laga Penutup Fase Grup

Putri Nusantara vs Yordania 19 Agustus 2026: Jadwal Laga Penutup Fase Grup

Putri Nusantara vs Yordania 19 Agustus 2026: Jadwal Laga Penutup Fase Grup

Putri Nusantara akan menghadapi Yordania pada 19 Agustus 2026, menjelang akhir fase grup Srikandi Merdeka Cup. Jadwal resmi menandai laga pukul 20.00 WIB di Gelora Sriwijaya Stadium, Palembang, dan menjadi kunci bagi kedua tim untuk menentukan posisi akhir di grup.

Performa kedua tim selama fase grup menempatkan keduanya di posisi menengah, menjadikan pertemuan ini pertandingan kunci untuk kelolosan ke babak selanjutnya. Piala ini dirancang sebagai ajang pembentukan tim nasional wanita Indonesia, berfokus pada peningkatan kompetensi dan kebugaran pemain muda. Persiapan intensif telah dilakukan oleh pelatih, dengan fokus pada taktik pertahanan solid dan serangan cepat.

Penggemar sepak bola wanita diharapkan hadir massal, mengingat pentingnya dukungan publik bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia. Media lokal seperti Detik.com dan Tirto.id telah mengonfirmasi jadwal dan lokasi pertandingan, menegaskan komitmen penyelenggara untuk mengangkat profil Srikandi Merdeka Cup ke level internasional.

MERPATI SIKADES, Solusi Digital untuk Koperasi Desa yang Lebih Modern dan Transparan

MERPATI SIKADES, Solusi Digital untuk Koperasi Desa yang Lebih Modern dan Transparan

MERPATI SIKADES, Solusi Digital untuk Koperasi Desa yang Lebih Modern dan Transparan

JAKARTA — Digitalisasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi koperasi desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dalam mengelola administrasi dan pelayanan. Salah satu aplikasi yang hadir untuk kebutuhan tersebut adalah MERPATI SIKADES, yang dikembangkan untuk membantu pengelolaan koperasi desa secara lebih mudah, rapi, dan terintegrasi. (Bengkel Web Indonesia)

MERPATI SIKADES merupakan singkatan dari Manajemen Ekonomi Rakyat, Pelayanan, Administrasi, Transaksi, dan Informasi Koperasi Desa. Aplikasi ini menyediakan berbagai layanan, mulai dari simpanan anggota, pinjaman, toko koperasi, rental atau sewa, PPOB, pembayaran digital, hingga bantuan anggota. Sistem tersebut ditujukan untuk membantu pengurus mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual. (Yonomaulana)

Selain mengelola transaksi, aplikasi ini juga menyediakan pengelolaan data anggota, simpanan, pinjaman, tagihan, unit usaha, serta laporan. MERPATI SIKADES mendukung sistem multi-koperasi dan BUM Desa dengan pemisahan data berdasarkan koperasi, sementara akses pengguna dapat disesuaikan dengan perannya. Dengan begitu, pengelolaan data diharapkan menjadi lebih tertib dan terkontrol. (Bengkel Web Indonesia)

Dari sisi penggunaan, MERPATI SIKADES dirancang dengan tampilan sederhana dan responsif. Menu yang jelas dan tombol berukuran besar ditujukan agar aplikasi dapat digunakan oleh berbagai kalangan. Fitur laporan otomatis juga membantu pengurus melihat ringkasan aktivitas dan transaksi tanpa harus menyusun seluruh laporan secara manual dari awal. (Yonomaulana)

Kehadiran MERPATI SIKADES menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi salah satu alat untuk mendorong koperasi desa bekerja lebih profesional dan transparan. Aplikasi ini ditujukan bagi koperasi desa, Koperasi Desa Merah Putih, BUM Desa, maupun unit usaha desa yang ingin mulai beralih ke sistem digital. Informasi mengenai produk dapat dilihat melalui situs resmi MERPATI SIKADES, sementara sumber profil produk yang menjadi rujukan artikel ini tersedia di BWI Product Preview. (Yonomaulana)

Spotify Mulai Tandai Artis AI, Penyanyi Buatan Mesin Tak Lagi Bisa Menyamar?

Spotify Mulai Tandai Artis AI, Penyanyi Buatan Mesin Tak Lagi Bisa Menyamar?

Spotify Mulai Tandai Artis AI, Penyanyi Buatan Mesin Tak Lagi Bisa Menyamar?

JAKARTA — Spotify akan mulai memberikan label “AI Persona” pada profil artis yang identitasnya dibuat atau direpresentasikan dengan kecerdasan buatan (AI). Fitur ini dijadwalkan mulai diterapkan pada pertengahan September 2026 sebagai upaya membuat pendengar lebih mudah mengetahui apakah sosok di balik sebuah profil merupakan artis manusia atau persona buatan AI. (Spotify)

Label tersebut akan muncul pada profil artis dan sejumlah bagian lain di platform. Spotify juga akan memberikan label “Likely AI Persona” pada profil tertentu yang terindikasi menggunakan identitas buatan AI. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan bantuan teknologi dan peninjauan manusia, sementara artis juga memiliki kesempatan untuk memberikan informasi atau mengajukan keberatan terhadap label tersebut. (The Verge)

Spotify menegaskan bahwa kebijakan ini terutama berkaitan dengan identitas artis, bukan berarti setiap musik yang dibuat menggunakan bantuan AI otomatis akan diberi label sebagai musik AI. Artis manusia yang menggunakan AI sebagai bagian dari proses kreatif tetap dapat tampil sebagai artis manusia selama mereka merepresentasikan diri secara autentik di platform. (The Verge)

Perubahan lainnya adalah musik dari profil yang diberi label AI Persona tidak akan secara otomatis dimasukkan ke dalam rekomendasi editorial maupun algoritmik Spotify. Namun, musik tersebut masih dapat muncul jika pengguna memang mengikuti artis AI tersebut. Kebijakan ini menjadi cara Spotify menjaga transparansi di tengah semakin berkembangnya penggunaan AI dalam industri musik. (Spotify)

Langkah Spotify menunjukkan bahwa persaingan antara kreativitas manusia dan teknologi AI semakin nyata di dunia musik. Bagi pendengar, label ini setidaknya memberikan informasi sebelum menekan tombol play. Jadi, kalau selama ini kita mendengar suara yang terasa manusiawi tetapi ternyata tidak punya manusia di baliknya, mulai September nanti Spotify akan memberi sedikit petunjuk—agar pendengar tidak merasa sedang diajak berkenalan dengan artis yang ternyata hanya hidup di dunia digital. (Spotify)

Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu, Faktanya Bikin Publik Garuk Kepala

Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu, Faktanya Bikin Publik Garuk Kepala

Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu, Faktanya Bikin Publik Garuk Kepala

JAKARTA — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal upah pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026 langsung menjadi perhatian publik. Angka tersebut terdengar begitu fantastis hingga pekerjaan mengupas bawang mendadak terlihat seperti profesi impian. Bayangkan, baru mengupas bawang saja sudah berpenghasilan ratusan ribu rupiah per kilogram. (suara.com)

Namun, persoalannya bukan sekadar angka yang terdengar fantastis. Dalam naskah pidato yang diterbitkan pemerintah, upah yang disebut untuk Susana tercatat Rp700 per kilogram, bukan Rp700 ribu. Perbedaan tiga angka nol ini tentu bukan perkara kecil. Kalau salah menambahkan tiga nol pada harga cabai mungkin bikin belanja mahal, tetapi kalau pada penghasilan rakyat, ceritanya bisa membuat satu negeri ikut mengangkat alis. (Instagram)

Kisah Susanah kemudian semakin menarik setelah keluarga memberikan klarifikasi. Susanah disebut bukan buruh pengupas bawang seperti yang disampaikan dalam pidato, melainkan bekerja sebagai penjahit kain majun atau kain perca. Keluarganya mengaku kaget setelah mengetahui Susanah disebut sebagai pengupas bawang dengan penghasilan Rp700 ribu per kilogram. (suara.com)

Pernyataan tersebut pun ramai dibahas masyarakat dan menjadi bahan candaan di media sosial. Jika benar mengupas bawang dibayar Rp700 ribu per kilogram, mungkin besok pasar-pasar tradisional tidak lagi mencari pedagang, tetapi membuka lowongan kerja dengan tulisan besar: “Dicari pengupas bawang, pengalaman tidak wajib, gaji bikin tetangga iri.” Kenyataannya, pekerjaan pengupas bawang di sejumlah daerah dilaporkan hanya mendapatkan upah sekitar ribuan rupiah per kilogram. (suara.com)

Terlepas dari ramainya candaan publik, persoalan ini seharusnya menjadi pengingat pentingnya ketelitian dalam menyampaikan data, terutama ketika menyangkut kondisi ekonomi masyarakat. Istana sendiri meminta masyarakat tidak “menggoreng” persoalan tersebut, sementara informasi mengenai angka dan pekerjaan Susanah masih menjadi perhatian publik. Pada akhirnya, yang dibutuhkan bukan bawang yang semakin pedas, melainkan data yang benar agar masyarakat tidak ikut dibuat menangis. (suara.com)

Back To Top