-->

Pondok Pesantren Indonesia

Blog Pondok Pesantren Seluruh Indonesia

Surabaya Geger! 10 Calon ART Diduga Disekap, Berawal dari Dua Perempuan Minta Tolong

Surabaya Geger! 10 Calon ART Diduga Disekap, Berawal dari Dua Perempuan Minta Tolong

Surabaya Geger! 10 Calon ART Diduga Disekap, Berawal dari Dua Perempuan Minta Tolong

SURABAYA – Niat mencari pekerjaan justru berujung persoalan serius. Sebanyak 10 calon asisten rumah tangga (ART) diduga mengalami penyekapan di sebuah tempat penyaluran tenaga kerja di Jalan Kedung Anyar II, Kelurahan Sawahan, Surabaya. Kasus ini terungkap setelah dua orang dari luar kota menghampiri petugas Satpol PP yang sedang berpatroli pada Sabtu (24/10/2026) dan meminta pertolongan. Awalnya, petugas mengira keduanya kehabisan bekal. Namun, setelah dilakukan pendalaman, mereka mengaku mengalami dugaan penyekapan di tempat penyaluran tersebut. Sumber: detikJatim

Petugas kemudian berkoordinasi dengan Polsek Sawahan untuk memeriksa lokasi yang dimaksud. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan delapan calon ART lainnya sehingga total ada 10 orang yang diamankan. Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat yang diberitakan media, para calon pekerja itu berasal dari luar Surabaya dan sebagian besar berusia sekitar 50–60 tahun. Mereka disebut telah tinggal di tempat penampungan selama berbulan-bulan. Temuan ini pun memunculkan perhatian terhadap kondisi para pencari kerja yang datang ke kota lain dengan harapan memperoleh penghasilan.

Pemerintah Kota Surabaya bersama Satpol PP, kepolisian, dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) kemudian mendatangi tempat penyaluran tersebut. Usaha itu ditutup sementara dan dipasangi garis Satpol PP karena terdapat persoalan perizinan yang perlu ditindaklanjuti. Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa dugaan tindak pidana, termasuk kemungkinan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), menjadi ranah kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara itu, para calon ART dibawa ke Liponsos untuk pendataan, dengan koordinasi bersama Dinas Sosial guna memfasilitasi pemulangan ke daerah asal. Sumber: ANTARA Jatim

Kasus ini menjadi pengingat bahwa mencari pekerjaan di luar daerah perlu disertai informasi yang jelas mengenai penyalur tenaga kerja, identitas pemberi kerja, serta ketentuan pekerjaan yang ditawarkan. Masyarakat juga perlu berhati-hati apabila menemukan tawaran kerja dengan prosedur yang tidak transparan atau kondisi yang membatasi kebebasan pekerja. Meski 10 calon ART telah diamankan, dugaan penyekapan tersebut tetap harus ditangani melalui proses hukum untuk memastikan fakta, pihak yang bertanggung jawab, serta ada atau tidaknya unsur tindak pidana. Jangan sampai harapan mendapatkan pekerjaan justru membuat pencari nafkah berada dalam situasi yang membahayakan.

Sebulan Dicari, Kasus Ibu dan Anak di Madiun Berujung Penangkapan Suami Siri

Sebulan Dicari, Kasus Ibu dan Anak di Madiun Berujung Penangkapan Suami Siri

Sebulan Dicari, Kasus Ibu dan Anak di Madiun Berujung Penangkapan Suami Siri

MADIUN – Misteri hilangnya seorang ibu dan anak di Kota Madiun, Jawa Timur, memasuki babak baru. Polisi menangkap Dwi Bagus, pria yang diduga terlibat dalam pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan putranya yang berusia empat tahun. Penangkapan dilakukan pada Minggu malam (25/10/2026), setelah keberadaan ibu dan anak tersebut tidak diketahui sejak 20 September 2026. Kasus ini menyita perhatian publik karena pencarian yang berlangsung selama lebih dari sebulan kini mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kombes Roy H. M. Sihombing, membenarkan penangkapan tersebut pada Senin (26/10/2026). Berdasarkan keterangan kepolisian, Dwi Bagus merupakan suami siri Dini. Penyelidikan dilakukan setelah keluarga melaporkan hilangnya kedua korban dan menemukan sejumlah kejanggalan. Polisi kini masih memeriksa terduga pelaku untuk mengungkap rangkaian kejadian serta mengumpulkan bukti yang diperlukan dalam penanganan perkara ini.

Salah satu petunjuk yang ditelusuri penyidik adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV dari sebuah hotel di Kota Madiun. Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, dugaan peristiwa tersebut bermula di Hotel Mataram Baru pada 20 September 2026. Penyelidik juga mendalami dugaan kejadian lanjutan setelah ibu dan anak itu berada di hotel. Namun, hingga berita ini disusun, keberadaan jasad kedua korban belum ditemukan. Polisi masih melakukan pencarian sekaligus mendalami keterangan terduga pelaku.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan seorang perempuan dan anak yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga. Polisi masih perlu mengungkap motif, memastikan kronologi secara menyeluruh, serta menemukan keberadaan kedua korban. Masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari penyidik. Perkembangan kasus ini kini dinantikan untuk menjawab berbagai pertanyaan keluarga dan publik mengenai hilangnya Dini Hardiyanti bersama putranya.

Gunung Ibu Erupsi Beruntun, Abu Vulkanik Membubung 500 Meter!

Gunung Ibu Erupsi Beruntun, Abu Vulkanik Membubung 500 Meter!

Gunung Ibu Erupsi Beruntun, Abu Vulkanik Membubung 500 Meter!

MALUKU UTARA – Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Senin (26/10/2026) pagi. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 08.34 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah barat laut. Aktivitas tersebut menambah perhatian terhadap kondisi gunung api yang masih menunjukkan peningkatan aktivitas.

Aktivitas Gunung Ibu dilaporkan terjadi beberapa kali sejak dini hari. Menurut laporan iNews, erupsi tercatat pada pukul 01.01 WIT, 02.19 WIT, 03.39 WIT, dan kembali terjadi pada pukul 08.34 WIT. Letusan terakhir terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 52 detik. Rangkaian erupsi ini menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik perlu terus dipantau, meskipun tinggi kolom abu pada setiap letusan dapat berbeda.

Saat ini, Gunung Ibu masih berstatus Level II atau Waspada. PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif serta menghindari perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Warga juga diminta menggunakan masker dan kacamata pelindung apabila terjadi hujan abu, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Imbauan ini penting untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik dan menjaga keselamatan masyarakat di sekitar gunung.

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diharapkan tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan peringatan petugas. Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung sebaiknya diperoleh melalui PVMBG, Pos Pengamatan Gunung Ibu, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan. Dengan mengikuti rekomendasi resmi dan menjauhi zona berbahaya, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu pembaruan kondisi gunung api.

Busa Putih Penuhi Kali Jagir, Ada Apa dengan Sungai Surabaya?

Busa Putih Penuhi Kali Jagir, Ada Apa dengan Sungai Surabaya?

Busa Putih Penuhi Kali Jagir, Ada Apa dengan Sungai Surabaya?

SURABAYA – Pemandangan tak biasa terjadi di Kali Jagir, kawasan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Permukaan sungai terlihat dipenuhi busa putih yang mengapung hingga menarik perhatian warga dan ramai diperbincangkan di media sosial pada Sabtu (24/10/2026). Sejumlah warga mengaku fenomena tersebut bukan kali pertama terjadi. Selain penampakan busa yang tebal, warga juga mengeluhkan bau tidak sedap di sekitar aliran sungai. Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai kebersihan air sungai di tengah permukiman perkotaan.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya melakukan penelusuran di kawasan Kali Jagir dan outlet Rumah Pompa Wonorejo I. Kepala DLH Surabaya, M. Fikser, menyatakan busa yang muncul bukan berasal dari limbah industri. Menurut penjelasannya, busa terbentuk akibat turbulensi atau pergerakan air ketika pompa banjir berkapasitas 5 meter kubik dioperasikan. Pompa tersebut digunakan untuk mendukung pekerjaan peninggian bendungan yang membutuhkan kondisi area tetap kering.

DLH juga menjelaskan bahwa kondisi kemarau dapat memengaruhi kemunculan busa. Ketika debit air berkurang, buih lebih mudah terlihat saat air bergerak kuat akibat pengoperasian pompa. Meski demikian, warga setempat menyebut busa kerap muncul dan terkadang disertai bau yang mengganggu. Perbedaan antara penjelasan teknis pemerintah dan pengalaman warga membuat informasi mengenai kondisi sungai menjadi penting untuk disampaikan secara terbuka. Namun, bau dan busa saja tidak cukup untuk memastikan apakah air tercemar atau tidak; diperlukan pemeriksaan kualitas air untuk mengetahui kondisinya secara lebih akurat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan hanya dengan menjelaskan penyebab munculnya busa. Masyarakat juga membutuhkan informasi yang mudah diakses mengenai hasil pemeriksaan kualitas air, parameter yang diuji, serta tindak lanjut apabila ditemukan masalah. Transparansi tersebut penting untuk membangun kepercayaan warga sekaligus memastikan kondisi Kali Jagir terus dipantau. Dengan begitu, penjelasan pemerintah dapat disertai data yang jelas, sementara kekhawatiran masyarakat mendapat jawaban berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar dugaan.

Kasir Bukan Cuma Hitung Uang, Pencatatan Rapi Jadi Kunci Usaha Bertahan

Kasir Bukan Cuma Hitung Uang, Pencatatan Rapi Jadi Kunci Usaha Bertahan

Kasir Bukan Cuma Hitung Uang, Pencatatan Rapi Jadi Kunci Usaha Bertahan

Menjadi kasir bukan sekadar menghitung belanjaan dan menerima pembayaran dari pelanggan. Di balik transaksi yang terlihat sederhana, ada tanggung jawab untuk memastikan harga sesuai, uang yang diterima tepat, dan setiap penjualan tercatat dengan benar. Kesalahan kecil dalam pencatatan dapat membuat laporan harian tidak sesuai, sehingga ketelitian menjadi salah satu keterampilan penting dalam menjalankan usaha.

Bagi pelaku UMKM, pencatatan transaksi yang teratur juga membantu pemilik usaha memahami perkembangan bisnis. Data penjualan dapat digunakan untuk mengetahui produk yang paling diminati, memperkirakan kebutuhan stok, serta membandingkan pemasukan dan pengeluaran. Karena itu, kasir yang bekerja dengan sistem pencatatan yang baik bukan hanya membantu pelayanan lebih lancar, tetapi juga mendukung pengelolaan usaha yang lebih terarah.

Untuk membantu kebutuhan tersebut, Aposerba hadir sebagai aplikasi kasir digital yang menggabungkan transaksi penjualan, pengelolaan stok, dan laporan usaha dalam satu platform. Berdasarkan informasi di situs resminya, Aposerba mendukung pencatatan transaksi, riwayat penjualan, pencetakan struk, serta pemantauan persediaan barang. Fitur-fitur ini dapat membantu kasir bekerja lebih terstruktur sekaligus memudahkan pemilik usaha memantau aktivitas toko.

Selain fungsi kasir, Aposerba menyediakan fitur laporan penjualan, pemasukan, pengeluaran, dan ringkasan keuangan untuk membantu pemilik UMKM mengevaluasi kondisi usahanya. Dengan pencatatan digital yang lebih terorganisasi, pemilik toko dapat memiliki data sebagai bahan pertimbangan saat mengambil keputusan bisnis. Informasi mengenai fitur dan pilihan paket Aposerba dapat dilihat melalui situs resminya di https://aposerba.com/.

Pramugari Super Air Jet Berubah Bak Penari Gandrung, Penumpang Banyuwangi Dapat Sambutan Tak Biasa

Pramugari Super Air Jet Berubah Bak Penari Gandrung, Penumpang Banyuwangi Dapat Sambutan Tak Biasa

Pramugari Super Air Jet Berubah Bak Penari Gandrung, Penumpang Banyuwangi Dapat Sambutan Tak Biasa

BANYUWANGI – Ada pemandangan berbeda bagi penumpang pesawat Super Air Jet rute Banyuwangi–Jakarta–Banyuwangi. Para pramugari tampil mengenakan aksesori khas Tari Gandrung, lengkap dengan omprog atau mahkota dan selendang merah. Bukan sekadar penampilan unik, cara ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

Penampilan tersebut merupakan bagian dari semarak Festival Gandrung Sewu 2026. Sejak 22 hingga 25 Oktober 2026, nuansa kesenian tradisional dihadirkan untuk menyambut para penumpang. Para pramugari tidak hanya menyapa penumpang ketika memasuki pesawat, tetapi juga mengenakan atribut Gandrung saat memperagakan demonstrasi keselamatan penerbangan. Dengan demikian, unsur budaya lokal hadir di tengah aktivitas perjalanan udara tanpa menghilangkan fungsi utama awak kabin.

Penyambutan bernuansa budaya juga dilakukan di Bandara Banyuwangi. Penumpang yang tiba disambut penari Gandrung asli dengan iringan musik tradisional khas Banyuwangi. Sejumlah penumpang bahkan tertarik ikut menari, sehingga suasana kedatangan terasa lebih meriah. Ornamen dan poster bertema Gandrung turut menghiasi area bandara untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada pengunjung.

Festival Gandrung Sewu tahun ini mengusung tema Kembang Dermo dan digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Pantai Boom Marina dengan konsep pertunjukan malam Glow in the Dark. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengelola transportasi, budaya Gandrung diperkenalkan sejak wisatawan memulai perjalanan hingga tiba di Banyuwangi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus menjaga kesenian tradisional agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

BBM Subsidi Langka di Bangkalan, Warga Harus Antre untuk Mengisi Tangki

BBM Subsidi Langka di Bangkalan, Warga Harus Antre untuk Mengisi Tangki

BBM Subsidi Langka di Bangkalan, Warga Harus Antre untuk Mengisi Tangki

BANGKALAN – Antrean panjang kendaraan bermotor terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Pada Jumat (23/10/2026), antrean terlihat di SPBU Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Bangkalan, hingga meluber ke badan jalan. Kondisi serupa dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU lain, termasuk wilayah Kecamatan Kamal. Pengendara harus menunggu untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. (BeritaSatu)

Antrean tersebut berkaitan dengan keterlambatan pasokan yang membuat stok di sejumlah SPBU sempat kosong. Manajer SPBU Kamal, Miskanto, mengatakan pengiriman BBM belakangan ini rata-rata terlambat lebih dari satu hari sejak pemesanan. Ia juga menyebut alokasi pengiriman BBM bersubsidi di SPBU tempatnya bekerja pada Oktober mengalami penurunan dibandingkan September. Akibatnya, ketersediaan bahan bakar tidak selalu mampu mengimbangi kebutuhan pengendara yang datang untuk mengisi tangki.

Dampaknya dirasakan oleh masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja dan menjalankan usaha. Sejumlah pengendara, termasuk sopir angkutan umum, dilaporkan kesulitan mencari Solar ketika stok di beberapa SPBU kosong. Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) telah meminta penjelasan kepada Pertamina Patra Niaga mengenai kondisi pasokan, distribusi, dan kuota BBM di wilayah tersebut. (Radar Madura)

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa distribusi BBM ke SPBU berjalan sesuai jadwal dan antrean berkaitan dengan meningkatnya permintaan BBM bersubsidi serta penyesuaian jadwal pengiriman. Perbedaan penjelasan ini membuat kepastian mengenai penyebab utama antrean perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan pengelola SPBU. Masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan, sembari menunggu kepastian pasokan agar antrean tidak terus mengganggu aktivitas warga.

Razia Narkoba di Surabaya: Kos hingga Tempat Hiburan Malam, Puluhan Orang Positif

Razia Narkoba di Surabaya: Kos hingga Tempat Hiburan Malam, Puluhan Orang Positif

Razia Narkoba di Surabaya: Kos hingga Tempat Hiburan Malam, Puluhan Orang Positif

SURABAYA – Upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba kembali menjadi sorotan di Kota Surabaya. Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya menggelar razia mendadak di dua tempat kos di Jalan Dupak Bangunrejo dan Dupak Bangunsari, Jumat (23/10/2026). Dari 19 penghuni yang menjalani tes urine, empat orang dinyatakan positif narkoba. https://radarsurabaya.jawapos.com/surabaya/2610240008/razia-tempat-kos-di-dupak-surabaya-empat-penghuni-positif-sabu-dan-ekstasi

Berdasarkan keterangan Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan yang dikutip Radar Surabaya, dua laki-laki dan dua perempuan dinyatakan positif. Satu laki-laki terdeteksi mengandung sabu, sedangkan tiga orang lainnya terdeteksi mengandung ekstasi. Keempatnya dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pendalaman mengenai asal-usul narkoba yang dikonsumsi.

Sementara itu, Ditresnarkoba Polda Jawa Timur juga menggelar razia di tiga tempat hiburan malam di Surabaya pada Rabu malam (21/10) hingga Kamis dini hari (22/10). Dari 110 orang yang menjalani tes urine, sebanyak 20 orang menunjukkan hasil positif dengan temuan zat yang berbeda-beda. Mereka selanjutnya dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Jatim untuk pemeriksaan dan koordinasi asesmen bersama BNNP Jawa Timur. https://radarsurabaya.jawapos.com/jatim/2610220027/polda-jatim-razia-tiga-tempat-hiburan-malam-di-surabaya-puluhan-pengunjung-positif

Dua operasi tersebut menjadi perhatian terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan permukiman maupun tempat hiburan malam. Meski hasil tes urine menunjukkan adanya dugaan konsumsi zat terlarang, proses pemeriksaan dan asesmen tetap diperlukan untuk menentukan tindak lanjut setiap orang yang diamankan. Aparat juga menegaskan razia serupa akan terus dilakukan guna menekan penyalahgunaan narkotika serta menjaga keamanan masyarakat Surabaya.

Sungai Surabaya Berubah Jadi Karpet Hijau, Eceng Gondok Kembali Bikin Warga Waswas

Sungai Surabaya Berubah Jadi Karpet Hijau, Eceng Gondok Kembali Bikin Warga Waswas

Sungai Surabaya Berubah Jadi Karpet Hijau, Eceng Gondok Kembali Bikin Warga Waswas

SURABAYA – Hamparan eceng gondok yang memenuhi permukaan sungai kembali menjadi perhatian warga Surabaya. Di Sungai Rolak, kawasan Jalan Gunung Sari, tumpukan tanaman air tersebut terlihat menutupi sebagian besar permukaan sungai hingga aliran air sulit terlihat dari tepi. Kondisi serupa juga sempat menjadi sorotan di Sungai Jagir, Wonokromo, pada awal Oktober 2026.

Bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, persoalan ini bukan sekadar pemandangan yang kurang sedap. Eceng gondok yang tumbuh rapat dikhawatirkan dapat menghambat aliran air, terutama ketika debit meningkat saat hujan. Warga sekitar Sungai Jagir juga mengeluhkan kondisi sungai yang terlihat semakin kumuh dan berharap pembersihan dilakukan sebelum tumpukan tanaman semakin meluas.

Penanganan eceng gondok sebenarnya telah dilakukan di sejumlah titik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menjelaskan bahwa pembersihan sungai melibatkan beberapa pihak sesuai kewenangan masing-masing. Di kawasan Mastrip, misalnya, eceng gondok yang terbawa arus ditahan menggunakan trash boom agar mudah dikumpulkan dan diangkut. Namun, sebagian tanaman dapat lolos dan terbawa ke aliran sungai lainnya.

Masalah eceng gondok yang terus muncul menjadi pengingat bahwa menjaga sungai tidak cukup hanya dengan membersihkan tanaman ketika sudah menumpuk. Pemantauan rutin, koordinasi antarinstansi, dan kepedulian masyarakat diperlukan agar aliran sungai tetap terjaga. Warga pun berharap penanganan dilakukan secara berkelanjutan, sehingga sungai tidak kembali dipenuh

Ujian Digital Tanpa Takut Curang! Ruang Siswa vs Extraordinary CBT, Mana Lebih Unggul?

Ujian Digital Tanpa Takut Curang! Ruang Siswa vs Extraordinary CBT, Mana Lebih Unggul?

Ujian Digital Tanpa Takut Curang! Ruang Siswa vs Extraordinary CBT, Mana Lebih Unggul?

Digitalisasi pendidikan membuat aplikasi Computer Based Test (CBT) semakin dibutuhkan sekolah. Ruang Siswa dan Extraordinary CBT menjadi dua pilihan yang menarik untuk dibandingkan. Keduanya berkaitan dengan ujian berbasis komputer, tetapi sekolah tetap perlu mempertimbangkan biaya, keamanan, kemudahan penggunaan, dan pengelolaan hasil ujian.

Extraordinary CBT menawarkan fitur yang terdokumentasi, seperti berbagai tipe soal, impor soal dari Google Docs atau Word, pemantauan peserta, deteksi perpindahan tab, penilaian otomatis, serta ekspor nilai ke Excel. Aplikasi ini juga mendukung jaringan lokal (LAN), VPS, dan Docker. Versi instalasi mandiri tersedia gratis untuk penggunaan nonkomersial sekolah.

  • Exam browser dan pencegahan kecurangan

  • Penilaian dan laporan hasil

  • Instalasi fleksibel

  • AI Generate Soal

Sementara itu, Ruang Siswa menjadi alternatif menarik bagi sekolah yang mencari aplikasi CBT gratis dengan fokus pada keamanan ujian dan pencegahan kecurangan. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan meliputi pembatasan menyontek, pengelolaan soal, pengaturan waktu ujian, penilaian otomatis, dan rekap nilai. Ketersediaan fitur-fitur yang ada yaitu :

  • Ujian berbasis komputer (CBT)

  • Keamanan ujian

  • Pembatasan menyontek

  • Pengelolaan soal

  • Pengaturan waktu ujian

  • Penilaian otomatis

  • Rekap hasil ujian

  • Akses gratis

Dari perbandingan tersebut, Ruang Siswa menjadi pilihan menarik bagi sekolah yang membutuhkan aplikasi CBT gratis dengan fokus pada keamanan ujian dan pencegahan kecurangan. Dengan mempertimbangkan kebutuhan sekolah akan ujian digital yang praktis, efisien, dan terjangkau, Ruang Siswa layak dipilih sebagai alternatif untuk mendukung pelaksanaan evaluasi siswa. Kehadiran aplikasi CBT seperti Ruang Siswa diharapkan dapat membantu menciptakan ujian yang lebih tertib dan adil, sekaligus mendukung transformasi digital di dunia pendidikan.

Back To Top