-->

Pondok Pesantren Indonesia

Blog Pondok Pesantren Seluruh Indonesia

Kuliah Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, Ada Cara Belajar yang Lebih Praktis!

Kuliah Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, Ada Cara Belajar yang Lebih Praktis!

Kuliah Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, Ada Cara Belajar yang Lebih Praktis!

Menjadi mahasiswa jurusan akuntansi bukan hanya tentang menghafal debit dan kredit. Ada banyak materi yang perlu dipahami, mulai dari penyusunan laporan keuangan, perpajakan, audit, hingga analisis transaksi bisnis. Tidak sedikit mahasiswa yang merasa kesulitan ketika harus menghubungkan teori di kelas dengan penerapannya di dunia kerja. Karena itu, metode belajar yang praktis, fleksibel, dan mudah dipahami menjadi kebutuhan penting agar mahasiswa dapat mempelajari materi secara lebih efektif.

Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, proses belajar kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas dan buku cetak. Mahasiswa dapat memanfaatkan platform pembelajaran digital untuk memperluas pemahaman, mengulang materi, serta menyesuaikan waktu belajar dengan aktivitas perkuliahan. Pendekatan ini juga membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi ujian, tugas kuliah, dan tantangan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia profesional.

Salah satu platform yang dapat dikenal lebih lanjut adalah ACC Learning, yang menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis digital. Bagi mahasiswa akuntansi, platform pembelajaran seperti ini dapat menjadi pilihan untuk mendukung proses belajar di luar perkuliahan formal. Melalui pemanfaatan teknologi, kegiatan belajar diharapkan terasa lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan pengetahuan maupun keterampilan.

Dengan memanfaatkan ACC Learning, mahasiswa dapat mengeksplorasi pengalaman belajar digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi diri. Agar penggunaannya benar-benar sesuai kebutuhan, mahasiswa sebaiknya memeriksa materi, fitur, serta program pembelajaran yang tersedia di platform tersebut. Dengan memilih sumber belajar yang tepat dan tetap berlatih mengerjakan soal serta studi kasus akuntansi, mahasiswa dapat membangun pemahaman yang lebih kuat sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Dompet Makin Tipis, Cabai Malah Makin Pedas: Belanja Dapur Bikin Pusing?

Dompet Makin Tipis, Cabai Malah Makin Pedas: Belanja Dapur Bikin Pusing?

Dompet Makin Tipis, Cabai Malah Makin Pedas: Belanja Dapur Bikin Pusing?

Harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat karena pengeluaran rumah tangga tidak hanya bergantung pada harga beras, tetapi juga cabai, daging, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indonesia pada September 2026 tercatat sebesar 3,28 persen secara tahunan, sedangkan inflasi bulanan mencapai 0,30 persen. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan harga masih terasa, meskipun dampaknya terhadap setiap keluarga dapat berbeda sesuai pola konsumsi dan wilayah tempat tinggal.

Salah satu komoditas yang mengalami tekanan harga cukup besar adalah cabai. Laporan Dewan Ekonomi Nasional pada minggu kedua Oktober 2026 mencatat harga cabai merah naik 35,1 persen secara bulanan, sementara cabai rawit meningkat 15,2 persen. Kenaikan tersebut dikaitkan dengan berkurangnya pasokan akibat penurunan produksi dan kondisi cuaca. Tak heran jika belanja dapur terkadang terasa seperti ujian kesabaran: baru membeli beberapa bahan makanan, uang belanja sudah berkurang cukup banyak. Namun, perubahan harga tidak selalu sama di setiap daerah maupun pasar.

Kondisi ini membuat keluarga perlu lebih cermat dalam mengatur anggaran. Membuat daftar belanja, membandingkan harga di beberapa tempat, menentukan menu mingguan, dan membeli bahan makanan sesuai kebutuhan dapat membantu mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Masyarakat juga bisa mempertimbangkan bahan pangan alternatif dengan nilai gizi yang seimbang ketika harga komoditas tertentu meningkat. Langkah sederhana tersebut memang tidak langsung menurunkan harga pasar, tetapi dapat membantu menjaga pengeluaran rumah tangga agar tidak semakin membengkak.

Pada akhirnya, persoalan harga kebutuhan pokok bukan sekadar urusan mahal atau murah, melainkan juga tentang kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan pendapatan yang tersedia. Pemerintah perlu terus memantau pasokan, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga, sementara masyarakat dapat menyesuaikan strategi belanja sesuai kondisi keuangan masing-masing. Sebab, kalau harga bahan makanan terus berubah, yang dibutuhkan keluarga bukan hanya kemampuan berhitung saat membayar di kasir, tetapi juga kebijakan yang mampu menjaga agar kebutuhan dasar tetap terjangkau.

Kursi Jabatan Kembali Berubah, Siapa yang Mendapat Kepercayaan Prabowo?

Kursi Jabatan Kembali Berubah, Siapa yang Mendapat Kepercayaan Prabowo?

Kursi Jabatan Kembali Berubah, Siapa yang Mendapat Kepercayaan Prabowo?

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan jajaran pemerintahan dengan melantik sembilan pejabat baru di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Perubahan ini mencakup sejumlah posisi strategis di kementerian, lembaga negara, dan lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pergantian tersebut menjadi bagian dari penataan kepemimpinan pemerintahan yang menarik perhatian publik, terutama karena beberapa jabatan berkaitan langsung dengan pertahanan, penanggulangan bencana, dan pengelolaan lingkungan.

Salah satu perubahan penting terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi dilantik sebagai kepala BNPB menggantikan Letnan Jenderal TNI Suharyanto. Pergantian ini berlangsung ketika Indonesia menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Dalam situasi tersebut, kepemimpinan BNPB memiliki peran penting dalam koordinasi penanganan bencana, kesiapsiagaan, serta upaya melindungi masyarakat terdampak.

Di sektor pertahanan, Prabowo melantik Marsekal TNI Yusuf Djauhari dan Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Sementara itu, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Maruli kemudian mendapat penugasan sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Perubahan tersebut menempatkan sejumlah perwira tinggi pada posisi baru dengan tanggung jawab strategis masing-masing.

Selain itu, Presiden melantik Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Prabowo juga menunjuk Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional serta Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai wakil kepala badan tersebut. Dengan susunan baru ini, perhatian publik tertuju pada bagaimana para pejabat akan menjalankan tugas, menerjemahkan arahan presiden menjadi program kerja, dan meningkatkan kinerja lembaga yang dipimpin.

Perombakan jabatan bukan hanya soal siapa yang menempati kursi pemerintahan, melainkan juga hasil kerja yang diharapkan masyarakat. Publik tentu menantikan langkah konkret dalam menangani bencana, memperkuat pertahanan, menjaga lingkungan, dan meningkatkan pelayanan publik. Meski pergantian pejabat dapat membuka peluang pembaruan, efektivitasnya tetap perlu dinilai melalui kebijakan, transparansi, serta hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat. Pada akhirnya, kepercayaan yang diberikan melalui pelantikan harus dibuktikan dengan kinerja nyata, bukan sekadar perubahan nama dan jabatan.

Kursi Bupati Bukan Kursi Kebal! KPK Bergerak di Klaten, Uang Rp1 Miliar Jadi Sorotan

Kursi Bupati Bukan Kursi Kebal! KPK Bergerak di Klaten, Uang Rp1 Miliar Jadi Sorotan

Kursi Bupati Bukan Kursi Kebal! KPK Bergerak di Klaten, Uang Rp1 Miliar Jadi Sorotan

Jabatan kepala daerah memang memberikan kewenangan besar, tetapi bukan berarti pemegangnya kebal dari pemeriksaan hukum. Hal itu menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo termasuk pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. KPK juga mengamankan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dan pihak swasta untuk menjalani pemeriksaan. Peristiwa ini sontak menjadi perhatian publik karena menyangkut pejabat yang seharusnya menjaga kepercayaan masyarakat.

Menurut keterangan KPK yang diberitakan ANTARA dan detikcom pada 16 Oktober 2026, sebanyak 20 orang diamankan dalam operasi tersebut, termasuk Hamenang dan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah. Penyidik juga menyita uang tunai yang berdasarkan penghitungan awal mencapai sekitar Rp1 miliar. KPK mendalami dugaan penerimaan terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lain di lingkungan organisasi perangkat daerah. Selain itu, penyidik mengusut dugaan pemberian uang kepada pihak BPK yang berkaitan dengan audit laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Klaten. Seluruh dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Kasus ini memunculkan pertanyaan penting mengenai pengawasan proyek pemerintah dan independensi pemeriksaan keuangan daerah. Pengadaan barang dan jasa serta audit laporan keuangan semestinya berjalan transparan agar anggaran publik digunakan sesuai peruntukannya. Jika dugaan penyimpangan terbukti, dampaknya bukan hanya menyangkut pihak yang terlibat, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan. Sindiran bahwa jabatan bukan kartu bebas pemeriksaan terasa relevan dalam situasi ini. Namun, kritik terhadap pejabat tetap perlu berpijak pada fakta, bukan pada kesimpulan yang mendahului putusan hukum.

Hingga laporan yang dirujuk pada Jumat, 16 Oktober 2026, KPK menyatakan perkara telah naik ke tahap penyidikan dan tersangka telah ditetapkan, tetapi identitas serta peran masing-masing pihak masih menunggu pengumuman resmi pada konferensi pers. Karena itu, status hukum setiap orang harus mengikuti keterangan terbaru dari KPK dan proses peradilan. Masyarakat berhak mengetahui perkembangan perkara yang menyangkut pejabat publik, sementara asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati. Sebab, dalam urusan uang negara, yang dibutuhkan bukan sekadar janji bersih atau jabatan mentereng, melainkan pertanggungjawaban yang dapat diuji secara hukum.

Hutan Terbakar, Nyawa Jadi Taruhan: Tragedi Karhutla Bromo yang Tak Bisa Dianggap Biasa

Hutan Terbakar, Nyawa Jadi Taruhan: Tragedi Karhutla Bromo yang Tak Bisa Dianggap Biasa

Hutan Terbakar, Nyawa Jadi Taruhan: Tragedi Karhutla Bromo yang Tak Bisa Dianggap Biasa

PROBOLINGGO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berakhir tragis. Enam personel yang berupaya memadamkan api dilaporkan terjebak dalam kepungan kobaran api pada Kamis, 15 Oktober 2026. Hingga Jumat, 16 Oktober 2026, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi empat orang, sementara dua korban lainnya mengalami luka serius. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa upaya memadamkan kebakaran di kawasan hutan menyimpan risiko besar bagi petugas maupun relawan.

Insiden tersebut terjadi ketika petugas gabungan berupaya menangani titik kebakaran di kawasan Mentigen dan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura. Berdasarkan laporan media setempat, enam personel yang terlibat terdiri dari petugas Balai Besar TNBTS dan pekerja keamanan hotel di kawasan Bromo. Pada laporan awal, tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar. Namun, kondisi korban kemudian berubah setelah Hendra Rony Wagiyanata, petugas TNBTS yang sempat mendapatkan perawatan medis, dilaporkan meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang.

Empat korban meninggal yang dilaporkan adalah Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, Sefriel Ardiansyah, dan Hendra Rony Wagiyanata. Sefriel dan Wisnu diketahui merupakan pekerja keamanan hotel, sedangkan Sukaris dan Hendra merupakan petugas TNBTS. Dua korban lainnya, Munawi dan Suraji, dilaporkan mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis. Informasi mengenai para korban dan perkembangan jumlah korban tersebut diberitakan oleh ANTARA serta sejumlah media nasional dan daerah.

Di balik tragedi ini, penyebab pasti para petugas dan pekerja tersebut terjebak api masih perlu dipastikan melalui penyelidikan. Polda Jawa Timur menyatakan bahwa tim Inafis dan penyidik Polres Probolinggo telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi. Karena proses penyelidikan masih berlangsung, penyebab kebakaran maupun kemungkinan adanya kelalaian tidak sepatutnya disimpulkan lebih awal.

Kejadian di Bromo menyisakan pertanyaan penting tentang keselamatan dalam penanganan kebakaran hutan, mulai dari pemantauan arah angin, jalur evakuasi, komunikasi antarpersonel, hingga kesiapan menghadapi perubahan kondisi api. Di tengah upaya menjaga kawasan konservasi, keselamatan manusia tetap harus menjadi prioritas. Api mungkin dapat dipadamkan, tetapi kehilangan empat nyawa menjadi duka yang tidak bisa dianggap sebagai risiko biasa dalam sebuah operasi penanganan bencana.

Sekali Kirim, Banyak yang Membaca? Ini Rahasia di Balik Strategi Promosi Digital yang Bikin Penasaran

Sekali Kirim, Banyak yang Membaca? Ini Rahasia di Balik Strategi Promosi Digital yang Bikin Penasaran

Sekali Kirim, Banyak yang Membaca? Ini Rahasia di Balik Strategi Promosi Digital yang Bikin Penasaran

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, menarik perhatian calon pelanggan bukan lagi perkara memasang iklan semata. Pelaku usaha perlu menemukan cara berkomunikasi yang lebih dekat, cepat, dan tepat sasaran. Salah satu saluran yang banyak digunakan masyarakat sehari-hari adalah WhatsApp, aplikasi pesan yang memungkinkan bisnis menjangkau pelanggan secara langsung. Tak heran jika komunikasi melalui pesan menjadi salah satu strategi yang dipertimbangkan untuk memperkenalkan produk, menyampaikan informasi, hingga menjaga hubungan dengan pelanggan.

Namun, bagaimana jika sebuah bisnis perlu menyampaikan informasi promosi kepada banyak pelanggan tanpa harus mengetik dan mengirim pesan satu per satu? Di sinilah strategi komunikasi digital mulai memainkan peran penting. Dengan pengelolaan pesan yang terencana, bisnis dapat menghemat waktu, menjaga konsistensi informasi, dan menyusun kampanye promosi secara lebih terarah. Meski begitu, keberhasilan promosi tetap bergantung pada isi pesan yang relevan, waktu pengiriman, serta kesediaan penerima untuk menerima informasi tersebut.

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah WA Blasting, layanan yang membantu bisnis mengirimkan pesan WhatsApp secara massal untuk kebutuhan promosi maupun penyampaian informasi. Melalui layanan ini, pelaku usaha dapat menyusun pesan untuk menjangkau pelanggan dalam satu kegiatan komunikasi yang lebih terorganisasi. Informasi mengenai layanan WA Blasting dapat dilihat melalui halaman produk BWI sebagai langkah awal untuk mengenal solusi yang ditawarkan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis.

Lantas, apakah WA Blasting bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran yang lebih efektif? Potensinya terletak pada kemampuan membantu bisnis mengelola komunikasi dengan pelanggan secara lebih praktis, terutama ketika ada informasi produk, penawaran, atau pengumuman yang perlu disampaikan. Agar penggunaannya tetap profesional, bisnis perlu memperhatikan persetujuan penerima, relevansi pesan, serta ketentuan penggunaan WhatsApp. Dengan strategi yang tepat, WA Blasting dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung promosi digital tanpa mengabaikan kenyamanan pelanggan.

Misteri Kerangka Bocah Perempuan di Cianjur: Leher Terlilit Tambang, Identitas Masih Jadi Teka-Teki

Misteri Kerangka Bocah Perempuan di Cianjur: Leher Terlilit Tambang, Identitas Masih Jadi Teka-Teki

Misteri Kerangka Bocah Perempuan di Cianjur: Leher Terlilit Tambang, Identitas Masih Jadi Teka-Teki

CIANJUR – Penemuan jasad anak perempuan yang kondisinya telah menjadi kerangka di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyisakan misteri. Polisi menemukan lilitan tali tambang di bagian leher korban, sementara identitas serta penyebab pasti kematiannya masih dalam penyelidikan.

Jasad tersebut ditemukan warga di Desa Cibaregbeg pada Minggu, 11 Oktober 2026. Mengutip keterangan kepolisian yang diberitakan ANTARA dan Liputan6.com, korban diperkirakan berusia sekitar 8–10 tahun dengan tinggi kerangka kurang lebih 94 sentimeter. Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaus lengan panjang berwarna biru atau hijau toska, sebagaimana disebutkan dalam laporan media. Kondisi jasad yang telah membusuk membuat proses identifikasi menjadi perhatian utama penyidik.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa pemeriksaan luar menemukan lilitan tali pada bagian leher korban. Namun, temuan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian. Pemeriksaan awal juga belum menemukan tanda penganiayaan yang dapat memastikan dugaan tindak kekerasan. Polisi masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Sayang Cianjur untuk memperoleh informasi medis yang lebih jelas sekaligus membantu mengungkap identitas korban.

Hingga laporan terbaru pada 14 Oktober 2026, polisi masih mendalami kronologi penemuan dan mengumpulkan informasi untuk mengungkap peristiwa tersebut. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diimbau menghubungi Polres Cianjur atau pihak RSUD Sayang Cianjur guna membantu proses identifikasi. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap keselamatan anak, sekaligus perlunya menunggu hasil penyelidikan resmi agar tidak muncul spekulasi mengenai penyebab kematian maupun pihak yang bertanggung jawab.

Masih Serba Manual? Mungkin Ini Alasan Merpati Si Kades Patut Dilirik

Masih Serba Manual? Mungkin Ini Alasan Merpati Si Kades Patut Dilirik

Masih Serba Manual? Mungkin Ini Alasan Merpati Si Kades Patut Dilirik

Mengelola pemerintahan desa bukan hanya soal menjalankan administrasi, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tertib, cepat, dan mudah diakses. Di tengah perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan sistem kerja yang lebih praktis semakin penting. Perangkat desa dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman agar pekerjaan administratif tidak terus menyita waktu dan menghambat pelayanan kepada warga.

Selama ini, berbagai urusan pemerintahan desa dapat melibatkan pencatatan data, pengelolaan dokumen, serta koordinasi antarperangkat. Jika proses tersebut masih dilakukan secara terpisah, pekerjaan berisiko menjadi kurang efisien dan membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pilihan untuk membantu desa membangun tata kelola yang lebih terorganisasi, sekaligus mendukung pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Salah satu solusi digital yang dapat dilirik adalah Merpati Si Kades, sebuah aplikasi yang diperkenalkan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan pemerintahan desa. Melalui pendekatan berbasis teknologi, aplikasi ini dapat menjadi pilihan bagi desa yang ingin mulai menata proses kerja secara lebih modern. Informasi mengenai produk ini dapat dilihat melalui halaman Merpati Si Kades, sehingga calon pengguna dapat mengenal layanan yang ditawarkan sebelum mempertimbangkan penerapannya sesuai kebutuhan desa.

Kehadiran Merpati Si Kades membawa perhatian pada pentingnya digitalisasi dalam membangun pelayanan desa yang lebih praktis dan terarah. Dengan memilih sistem yang sesuai, pemerintah desa berpeluang meningkatkan keteraturan administrasi dan mendukung koordinasi pekerjaan sehari-hari. Pada akhirnya, transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah untuk mendorong pengelolaan desa yang lebih siap menghadapi kebutuhan masyarakat masa kini.

Karhutla Belum Selesai, Hutan Rusak 12,7 Juta Hektare Malah Dilirik untuk Biofuel?

Karhutla Belum Selesai, Hutan Rusak 12,7 Juta Hektare Malah Dilirik untuk Biofuel?

Karhutla Belum Selesai, Hutan Rusak 12,7 Juta Hektare Malah Dilirik untuk Biofuel?

JAKARTA – Saat persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman, muncul gagasan pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan terdegradasi untuk produksi bahan bakar nabati. Gagasan ini disampaikan Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto, dalam Investor Daily Summit 2026 pada 7 Oktober 2026.

Hashim menyebut lahan hutan yang telah rusak dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi biofuel B50 hingga B100 sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil. Namun, gagasan tersebut tidak berarti seluruh lahan akan ditanami kelapa sawit. Jenis tanaman dan skema pemanfaatannya masih membutuhkan kejelasan.

Kalau hutan rusak harus diselamatkan, mengapa pemanfaatannya untuk produksi energi justru menjadi sorotan? Lahan terdegradasi memang berpotensi memberikan nilai ekonomi, tetapi perkebunan monokultur tidak otomatis menggantikan fungsi hutan alam dalam menjaga keanekaragaman hayati, menyimpan karbon, dan mengatur tata air.

Pemerintah perlu menjelaskan lokasi, status lahan, serta rencana pemulihannya agar program biofuel tidak menimbulkan kerusakan baru. Sebab, jangan sampai ketika hutan terbakar kita sibuk memadamkan api, tetapi ketika lahannya dibicarakan, yang lebih dulu terbayang justru potensi produksinya.

Perahu Pulang Tanpa Pemilik! Dua Nelayan Lansia di Pacitan Mendadak Hilang

Perahu Pulang Tanpa Pemilik! Dua Nelayan Lansia di Pacitan Mendadak Hilang

Perahu Pulang Tanpa Pemilik! Dua Nelayan Lansia di Pacitan Mendadak Hilang

PACITAN, JAWA TIMUR – Perahu ditemukan tanpa penumpang di sekitar perairan Pantai Watu Murep, Kabupaten Pacitan. Dua nelayan lanjut usia, Mislan (68) dan Budianto (65), warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, dilaporkan hilang setelah melaut. Hingga Rabu, 14 Oktober 2026, keberadaan keduanya belum diketahui.

Berdasarkan informasi awal, keduanya diperkirakan hendak kembali ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang pada Senin malam, 12 Oktober 2026. Namun, perjalanan pulang diduga terkendala jarak pandang yang terbatas pada malam hari serta gelombang laut yang tinggi. Meski demikian, penyebab pasti hilangnya kedua nelayan tersebut belum diketahui.

Tim SAR gabungan menerima laporan pada Selasa pagi dan melakukan pencarian dengan melibatkan BPBD Kabupaten Pacitan, Polres Pacitan, unsur TNI, serta komunitas nelayan setempat. Kondisi gelombang tinggi menjadi kendala sehingga penyisiran di tengah laut belum dapat dilakukan secara maksimal. Untuk sementara, pencarian difokuskan pada pemantauan dari darat dan sepanjang pesisir pantai.

Hingga laporan terbaru pada 14 Oktober 2026, tim gabungan masih berupaya menemukan Mislan dan Budianto. Pencarian di laut akan disesuaikan dengan kondisi cuaca demi menjaga keselamatan petugas. Keluarga dan warga setempat masih menantikan kabar keduanya, sementara penyebab hilangnya kedua nelayan tersebut masih menjadi tanda tanya.

Back To Top