-->

Blog Pondok Pesantren Seluruh Indonesia

Dapur MBG di Mojokerto Meledak, 5 Orang Terluka dan Atap Bangunan Ambruk

Dapur MBG di Mojokerto Meledak, 5 Orang Terluka dan Atap Bangunan Ambruk

Dapur MBG di Mojokerto Meledak, 5 Orang Terluka dan Atap Bangunan Ambruk

MOJOKERTO — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, meledak dan terbakar pada Kamis malam, 13 Agustus 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan.

Ledakan tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka-luka. Tiga di antaranya merupakan teknisi yang sedang melakukan pekerjaan di lokasi dan dilaporkan mengalami luka bakar serius. Para korban kemudian mendapatkan penanganan medis akibat luka yang mereka alami dalam insiden tersebut.Selain menimbulkan korban, ledakan juga menyebabkan bagian atap bangunan SPPG roboh. Api sempat membakar area dapur sehingga petugas harus melakukan penanganan untuk memadamkan kebakaran dan memastikan kondisi lokasi aman.

Dugaan sementara menyebut ledakan berkaitan dengan saluran atau tabung gas yang digunakan di dapur SPPG. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak berwenang perlu melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan dan mengetahui apakah terdapat faktor lain yang memicu kejadian.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena SPPG merupakan bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menyediakan makanan bagi masyarakat penerima manfaat. Keamanan fasilitas dan peralatan dapur menjadi hal penting untuk memastikan program dapat berjalan dengan baik sekaligus melindungi para pekerja. Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti ledakan serta menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Labels: Bencana

Thanks for reading Dapur MBG di Mojokerto Meledak, 5 Orang Terluka dan Atap Bangunan Ambruk. Please share...!

0 Komentar untuk "Dapur MBG di Mojokerto Meledak, 5 Orang Terluka dan Atap Bangunan Ambruk"

Back To Top